Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 21 Maret 2015

DIBALIK KESULITAN, ADA KEMUDAHAN YANG BEGITU DEKAT


Seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkan kesulitan atau cobaan. Padahal Allah telah memberi janji bahwa di balik kesulitan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat.
Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

Mengenai ayat di atas, ada beberapa faedah yang bisa kita ambil:

Pertama: Di balik satu kesulitan, ada dua kemudahan

Kata “al ‘usr (kesulitan)” yang diulang dalam surat Alam Nasyroh hanyalah satu. Al ‘usr dalam ayat pertama sebenarnya sama dengan al ‘usr dalam ayat berikutnya karena keduanya menggunakan isim ma’rifah (seperti kata yang diawali alif lam). Sebagaimana kaedah dalam bahasa Arab, “Jika isim ma’rifah  diulang, maka kata yang kedua sama dengan kata yang pertama, terserah apakah isim ma’rifah tersebut menggunakan alif lam jinsi ataukah alif lam ‘ahdiyah.” Intinya, al ‘usr (kesulitan) pada ayat pertama sama dengan al ‘usr (kesulitan) pada ayat kedua.
Sedangkan kata “yusro (kemudahan)” dalam surat Alam Nasyroh itu ada dua. Yusro (kemudahan) pertama berbeda dengan yusro (kemudahan) kedua karena keduanya menggunakan isim nakiroh (seperti kata yang tidak diawali alif lam). Sebagaimana kaedah dalam bahasa Arab, “Secara umum, jika isim nakiroh itu diulang, maka kata yang kedua berbeda dengan kata yang pertama.” Dengan demikian, kemudahan itu ada dua karena berulang.[1] Ini berarti ada satu kesulitan dan ada dua kemudahan.
Dari sini, para ulama pun seringkali mengatakan, “Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan.” Asal perkataan ini dari hadits yang lemah, namun maknanya benar[2]. Jadi, di balik satu kesulitan ada dua kemudahan.
Note: Mungkin sebagian orang yang belum pernah mempelajari bahasa Arab kurang paham dengan istilah di atas. Namun itulah keunggulan orang yang paham bahasa Arab, dalam memahami ayat akan berbeda dengan orang yang tidak memahaminya. Oleh karena itu, setiap muslim hendaklah membekali diri dengan ilmu alat ini. Di antara manfaatnya, seseorang akan memahami Al Qur’an lebih mudah dan pemahamannya pun begitu berbeda dengan orang yang tidak paham bahasa Arab. Semoga Allah memberi kemudahan.

Kedua: Akhir berbagai kesulitan adalah kemudahan

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di mengatakan, “Kata al ‘usr (kesulitan) menggunakan alif-lam dan menunjukkan umum (istigroq) yaitu segala macam kesulitan. Hal ini menunjukkan bahwa bagaimana pun sulitnya, akhir dari setiap kesulitan adalah kemudahan.”[3] Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran, “Badai pastilah berlalu (after a storm comes a calm), yaitu setelah ada kesulitan pasti ada jalan keluar.”

Ketiga: Di balik kesulitan, ada kemudahan yang begitu dekat

Dalam ayat  di atas, digunakan kata ma’a, yang asalnya bermakna “bersama”. Artinya, “kemudahan akan selalu menyertai kesulitan”. Oleh karena itu, para ulama seringkali mendeskripsikan, “Seandainya kesulitan itu memasuki lubang binatang dhob (yang berlika-liku dan sempit, pen), kemudahan akan turut serta memasuki lubang itu dan akan mengeluarkan kesulitan tersebut.”[4] Padahal lubang binatang dhob begitu sempit dan sulit untuk dilewati karena berlika-liku (zig-zag). Namun kemudahan akan terus menemani kesulitan, walaupun di medan yang sesulit apapun.

Allah Ta’ala berfirman,

سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7)
Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.”[5] Ibnu Katsir mengatakan, ”Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya.”[6]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

“Bersama kesulitan, ada kemudahan.”[7]
Oleh karena itu, masihkah ada keraguan dengan janji Allah dan Rasul-Nya ini?

Rahasia Mengapa di Balik Kesulitan, Ada Kemudahan yang Begitu Dekat

Ibnu Rajab telah mengisyaratkan hal ini. Beliau berkata, “Jika kesempitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat, maka seorang hamba akan menjadi putus asa dan demikianlah keadaan makhluk yang tidak bisa keluar dari kesulitan. Akhirnya, ia pun menggantungkan hatinya pada Allah semata. Inilah hakekat tawakkal pada-Nya. Tawakkal inilah yang menjadi sebab terbesar keluar dari kesempitan yang ada. Karena Allah sendiri telah berjanji akan mencukupi orang yang bertawakkal pada-Nya.
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Tholaq: 3).”[8] Inilah rahasia yang sebagian kita mungkin belum mengetahuinya.
Jadi intinya, tawakkal lah yang menjadi sebab terbesar seseorang keluar dari kesulitan dan kesempitan.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang yang sabar dalam menghadapi setiap ketentuan-Mu. Jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu bertawakkal dan bergantung pada-Mu. Amin Ya Mujibas Saa-ilin.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

-Begitu nikmat setiap hari dapat menggali faedah dari sebuah ayat. Semoga hati ini tidak lalai dari mengingat-Nya-

Selamat Menjalankan Ibadah Sholat Maghrib


Jumat, 20 Maret 2015

SUNNAH RASUL YANG SERING KITA ABAIKAN


20 Sunnah rasul yang sering kita abaikan

1. Mendahulukan kaki kanan saat memakai sandal dan Kaki Kiri Saat melepasnya.
2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu' walaupun tidak sedang mengerjakan sholat.
3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak).
4. Shalat Istikharah
5. Berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung dalam satu cidukan telapak tangan ketika Berwudhu'.
6. Berwudhu sebelum tidur dan tidur dengan posisi miring Ke Kanan.
7. Mendahulukan Berbuka puasa dengan makanan ringan dan yang manis,dianjurkan kalau ada dengan makan buah kurma.
8. Sujud Syukur Saat mendapatkan nikmat atau terhindar dari bencana atau musibah.
9. Tidak suka Begadang Dan Segera tidur setelah selesai Shalat Isya'
10. Mengikuti Bacaan Muadzin (adzan)
11. Berlomba-Lomba untuk mengumandangkan adzan, bersegera menunaikan shalat serta berupaya untuk Mendapatkan Shaf Pertama.
12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu (dengan ucapan Assalamu'alaikum)
13. Mengibaskan Seprei Saat Hendak Tidur (dengan maksud agar tempat tidur kita tidak kotor)
14. Meruqyah Diri dan keluarga
15. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru.
16. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil (jika berpapasan atau bertemu)
17. Berwudhu' Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)
18. Membaca ‘Aamiin’ dengan Suara Keras Saat menjadi Makmum
19. Membaca dzikir Setelah Shalat
20. Membuat Pembatas (ada tenggang waktu) saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah.

Semoga catatan singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua.Jangan lupa SHARE juga untuk para sahabat lainnya.

Sumber : Mukjizat Sholat Dan Doa



Selasa, 17 Maret 2015

YANG BAIK TETAP AKAN MENDAPATKAN YANG BAIK


Seburuk-buruknya akhlak seorang lelaki..
Ia tetap akan memilih wanita baik-baik yang akan dijadikan pendamping hidupnya.
Begitu juga sebaliknya..
Seburuk-buruknya akhlak seorang wanita..
Ia tetap akan berharap lelaki baik-baik yang akan menjadi pendamping hidupnya.
Pertanyaannya..
Sudah layakkah jika lelaki mempunyai pilihan seperti itu?
Sudah layakkah jika wanita mempunyai harapan seperti itu?
Bukankah dengan sangat jelas Allah telah memperingatkan kita?
Bahwa yang baik akan mendapatkan yang baik? Dan yang keji akan mendapatkan yang keji?
Sebuah pertanyaan yang harus kita jawab dengan tindakan.
Dan jawaban yang bijak itu adalah :
Jika kita ingin pasangan yang baik maka kita harus terlebih dahulu menjadi pribadi yang baik.

Subhanallah...

Sumber : Mukjizat Sholat Dan Doa

Sabtu, 14 Maret 2015

PANCAWARNA GARUT HARGA MURAH

Batu cincin Pancawarna Garut
Ukuran Jumbo
Ring Rodium

SEPULUH CARA WANITA MENYELAMATKAN DIRI DARI FITNAH


1 HINDARI GOSSIP

2. MENJAGA PAKAIAN

3.BETAHLAH DI RUMAH

4. MEMELIHARA FIKIRAN

5, HATI-HATI MEMILIH TEMAN

6,HATI-HATI PILIH TEMPAT BERSOSIAL

7. HATI-HATI KETIKA DI DUNIA MAYA

8. MENIKAHLAH

9,BERPUASALAH

10,ISI HATI DENGAN DZIKIR

Semoga kita selalu di jauhkan oleh fitnah fitnah yang keji... Aamiin Allahumma Aamiin

Sumber : Mukjizat Sholat Dan Doa

KISAH CINTA SEPASANG SUAMI ISTRI SERING DIIBARATKAN SEBAGAI SEPIRING BERDUA


Kisah cinta sepasang suami istri sering digambarkan sebagai "sepiring berdua".

Melukiskan kebersamaan yang kuat antara suami dan istri, kehangatan hubungan, juga kesetiaan dalam suka dan duka.

Kalau suami atau istri jijik makan sepiring berdua dengan pasangannya, jijik minum segelas berdua dengan pasangannya, itu menandakan ada sekat dan jarak di antara mereka.

A'isyah Ra menceritakan perlakuan Nabi Saw yang penuh kelembutan dan kasih sayang kepada dirinya. Kisah segelas berdua telah beliau contohkan untuk kita.

"Aku minum, ketika itu aku sedang haid, lalu aku memberikannya kepada Nabi Saw. Beliau meletakkan mulutnya pada tempat (bekas) mulutku lalu beliau minum".

"Aku menggigit daging, ketika itu aku sedang haid, lalu memberikan daging itu kepada Nabi Saw. Beliau meletakkan mulutnya pada tempat (bekas) mulutku" (Riwayat Muslim).

Demikian mesra dan romantis kehidupan keluarga Nabi Saw.

Mengapa kita tidak meneladaninya?

Subhanallah...

Sumber : Mukjizat Sholat Dan doa

Selamat Menjalakan Ibadah Sholat Maghrib

BROS BUNGA CANTIK HARGA RESELLER

Bros Bunga Ukuran 8cm
Jual Harga Reseller
Cocok untuk Souvenir Pernikahan

 

Blogroll

About

Mutegabriel@gmail.com